in ,

Aksi PDIP Diliput tapi Tolak RUU HIP Tidak, Warganet Sentil Kompas TV

Netizen atau warganet menyebut Kompas TV sebagai televisi Neo PKI atau PKI baru di Indonesia. 

Hal itu dikarenakan Kompas TV dinilai membeda-bedakan aksi tolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) oleh GNPF Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), Front Pembela Islam (FPI) dengan aksi yang dilakukan oleh PDI Perjuangan.

Kompas TV tidak menayangkan aksi tolak RUU HIP, namun giliran aksi PDIP yang menuntut pelaku pembakaran bendera saat demo di depan gedung DPR/MPR Senayan diliput secara langsung oleh Kompas TV.

“Aksi unjuk rasa tolak RUU HIP jumlah massa ratusan ribu tidak diliput, giliran secuil massa demo sebab bendera PKI dan PDIP dibakar, eh ditayangkan secara live.

Sekarang kita tahu, ternyata Kompas TV Neo PKI,” tulis pemilik akun Twitter @AnginLA seperti dikutip pada Kamis (25/6/2020).

Dia pun menyertakan video aksi yang dilakukan oleh PDIP di postingannya.

Tampak dalam video tersebut, ratusan kader PDIP dengan atribut partai tengah berjalan ke Polres Jakarta Timur untuk menuntut Polisi segera usut pembakar bendera PDIP.

Sementara itu, pemilik akun Twitter @borderrakyat malah mengkritik aksi yang dilakukan oleh PDIP tersebut.

Hal itu dilakukannya untuk merespon pernyataan Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) yang menilai demo tolak RUU HIP melanggar pembatasan sosial berskala besar (PSBB), dan harus ditindak.

Sumber: GeloraNews

Apa Benar Trisila dan Ekasila di RUU HIP Ada di Visi dan Misi PDIP?

Rizal Ramli Sebut Kedubes China Kurang Ajar, “Kok Segitu Beraninya?”