in ,

Biografi Adam Malik: Sosok yang pernah Menjabat Diplomat dan Mantan Menlu RI

Biografi Adam Malik
Biografi Adam Malik

Soeharto, melalui pengakuan di autobiografinya mengaku ada sedikit kewalahan dalam bekerjasama dengan Adam Malik. “Tidak ada maksud padanya untuk mempersulit keadaan, tetapi statement-nya itu menyulitkan, artinya, tidak serasi dengan kebijaksanaan pemerintah. Padahal ia berada di dalamnya,” kata Soeharto.

Hit.politik.us — Biografi Adam Malik harus menjadi salah satu referensi bacaan kita tentang sejarah Indonesia. Sosok yang satu ini dikenal handal bahkan Mantan Presiden Soeharto saja sampai merasa kesulitan menhadapi sosok yang satu ini.

Politisi dan diplomat ulung ini terlihat sosoknya sebagai “tukang debat” nomor satu di berbagai meja perundingan. Tubuhnya tidak tinggi, agak gemuk, berkulit agak gelap.

Rambutnya yang berminyak ke­ rap disisir ke belakang hingga menonjolkan dahinya yang menampakkan kecerdasannya. Ia juga gemar memakai kopiah.

Biodata Adam Malik Lengkap

Biografi Adam Malik: Sosok yang pernah Menjabat Diplomat dan Mantan Menlu RI
Biografi Adam Malik

Berikut ini tentang biodata Adam Malik, sosok yang sering dikenal sebagai perwakilan kaum muda:

  • Nama Lengkap: H. Adam Malik Batubara
  • Tempat dan Tanggal Lahir: Pematangsiantar 22 Juli 1917 (Sumatra Utara)
  • Meninggal dunia: 5 September 1984 (umur 67)
  • Kebangsaan: Indonesia
  • Nama Anak
    – Otto Malik, 
    – Antarini Malik, 
    – Imron Malik, 
    – Ilham Malik, 
    – Budisita Malik
  • Riwayat Pendidikan: Hollandsch-Inlandsche School

Jabatan yang pernah di Jabat Semasa Hidupnya:

Biodata Adam Malik Lengkap
  • Wakil Presiden Indonesia ke-3 (Masa jabatan: 23 Maret 1978 – 11 Maret 1983)
  • Ketua Dewan Perwakilan Rakyat ke-7 (Masa jabatan: 1977–1978)
  • Menteri Luar Negeri Indonesia ke-11 (Masa jabatan :28 Maret 1966 – 23 Maret 1978)
  • Menteri Perdagangan Indonesia ke-16 (Masa jabatan: 13 November 1963 – 27 Agustus 1964)
  • Wakil Ketua III Komite Nasional Indonesia Pusat (Masa jabatan: 29 Agustus 1945 – Februari 1950)

Pada 1970-an, Adam Malik, tokoh itu, biasa dipanggil sebagai “Si Bung” dan “Si Kan­cil”, itu karena kelincahan dalam melakukan sesuatu.

Anak ketiga dari 9 bersaudara pasangan peda­ gang kelontong Haji Abdul Malik dan Salamah ini mempunyai bakat diplomasi yang luar biasa.

Penye­ rahan Irian Barat kepada Indonesia antara lain me­ rupakan hasil perundingan rahasianya dengan dele­gasi Belanda di Virginia, Amerika Serikat, 1962. Ia pula yang diberi tugas oleh Soeharto untuk memulih­ kan keanggotaan Indonesia di PBB tahun 1967.

Pembayaran utang Indonesia, yang terakumulasi di masa Soekarno, untuk masa 30 tahun; juga bisa ditangguhkan. Reputasinya dalam dunia diplomasi membuat Si Bung terpilih menjadi Ketua Majelis Umum PBB pada tahun 1972.

Kemampuan diplomasi Adam Malik tak lepas dari profesinya sebagai wartawan, yang ditekuninya sejak dekade 1930-an. Monumennya yang masih bisa dilihat saat ini adalah Kantor Berita Antara. Ia ikut mendirikan kantor itu pada 1937.

Meski begitu, Si Bung ini bukan cum a diplomat dan jumalis. Ia juga seorang politisi tulen, yang berpe­ ran sejak awal kemerdekaan Indonesia.

Halaman: 1 2 3

Meski Satu Kaki, Pria Ini Tetap Salat Berdiri Tanpa Tongkat, Alasannya Tak Duduk Mengiris Hati ?

Ingin Penjarakan Ibunya, Kasatreskrim Justru Suruh Bersujud ke Ibu!