in ,

Biografi Jendral Nasution: Sosok Jenderal Besar Sekaligus Konseptor Perang Gerilya dan Dwifungsi ABRI

Biografi Jendral Nasution
Biografi Jendral Nasution

Jenderal Nasution merupakan salah satu sosok yang tak mungkin dilupakan oleh segenap Bangsa Indonesia

Hit.politik.us — Kita mengenal dengan nama Jenderal Nasution, seluruh bangsa Indonesia mengenal nama ini! Benarkan? Tapi apaka kita mengetahui cerita hidup dan perjuangan beliau? Nah, berikut ini Biografi Jenderal Nasution lengkap.

Biografi Jenderal Nasution: Sekilas Tentang Jendral Nasution!

Biografi Jendral Nasution

Jenderal Besar A.H. Nasution adalah sosok yang tak mungkin dilupakan oleh bangsa ini. Tokoh ini bisa tampil tegar, misalnya dalam mengambil sikap ketika kekuatan komunis merajalela, tetapi Pak Nas juga bisa menitikkan air mata ketika melepas jenazah tujuh Pahlawan Revolusi di awal Oktober 1965.

Pak Nas dikenal sebagai penggagas Dwifungsi ABRL Konsep yang digagasnya telah menyimpang ke arah yang destruktif.

Orde Baru yang ikut didiri­ kannya (walaupun ia hanya sesaat saja berperan di dalamnya) telah menafsirkan konsep itu dalam peran ganda militer yang sangat represif dan eksesif. Ten­ tara tidak lagi menjadi pembela rakyat, tetapi ber­ main dalam lapangan politik.

Selain konsepsi dwifungsi ABRI, ia dikenal seba­ gai peletak dasar perang gerilya. Gagasan perang

gerilya dituangkan dalam bukunya yang fenomenal, Strategy of Guerrilla Warfare. Selain diterjemahkan ke berbagai bahasa asing, karya itu menjadi buku wajib akademi militer di sejumlah negara, termasuk seko­ lah elite militer dunia, ·West Point, Amerika Serikat.

Biografi Jenderal Nasution: Sosok Jendral yang lahir di Tapanuli Selatan

Biografi Jendral Nasution
Biografi Jendral Nasution

Abdul Haris Nasution lahir 3 Desember 1918, di Kotanopan, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Anak petani ini bergelut di dunia militer setelah sebelum­ nya sempat menjadi guru di Bengkulu dan Palem­ bang.

Tahun 1940, ketika Belanda membuka sekolah perwira cadangan bagi pemuda Indonesia, ia ikut mendaftar.

Selanjutnya, ia menjadi pembantu letnan di Surabaya. Tahun 1942 ia mengalami pertempuran pertamanya saat melawan Jepang di Surabaya.

Pasu­kannya bubar. Bersepeda, ia lari ke Bandung. Di kota ini ia bekerja sebagai pegawai pamong praja. Tidak betah dengan pekerjaan sebagai priyayi, tahun 1943 ia masuk militer lagi dan menjadi Wakil Komandan Barisan Pelopor di Bandung.

Halaman: 1 2 3

Chord Gitar Pamitan Gesang, Kunci Gitar Beserta Liriknya

Sejarah Kerajaan Aceh

Ulasan Lengkap: Sejarah Kerajaan Aceh, dari Awal Berdiri hingga Masa Keruntuhannya