in

Cerita Rakyat NTB: Sejarah Lengkap Batu Goloq, Arti Dari Sebuah Kelalaian

Cerita Rakyat NTB: Sejarah Lengkap Batu Goloq, Arti Dari Sebuah Kelalaian
Cerita Rakyat NTB: Sejarah Lengkap Batu Goloq, Arti Dari Sebuah Kelalaian

Nusa Tenggara Barat atau di singkat NTB adalah salah satu Provinsi yang ada di bagian timur Indonesia. Daerah ini memiliki 3 suku yang mendominasi dan mendiami dua pulau besar, di Pulau Lombok ada suku Sasak dan di pulau Sumbawa ada suku Samawa dan suku Mbojo.

Nah, salah satu cerita rakyat dari Provinsi NTB yang cukup menarik untuk dibahas adalah Cerita Batu Goloq

Batu Goloq ialah sejenis batu ceper yang ada dan berlokasi di sebuah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia.

Batu ini sangat dipercayai oleh sebagian masyarakat setempat sebagai penyebab timbulnya tiga nama lokasi yang ada di wilayah Nusa Tenggara Barat, yaitu Desa Gembong, Dasan Batu, dan Montong Teker.

Guy…..!

Peristiwa apakah yang pernah terjadi?

Mengapa Batu Goloq ini mengakibatkan munculnya tiga buah nama wilayah tersebut?

Ayo, ikuti terus kisahnya dalam kisah Batu Goloq yang satu ini!

Awal kisah cirita pada zaman dahulu, di suatu wilayah Padamara dekat Sungai Sawing, Nusa Tenggara Barat, Indonesia, terdapat sepasang suami-istri kurang mampu dan hidup secara pas-pasan. Mereka mempunyai dua orang anak yang masih kecil.

Sang Suami mempunyai nama Amaq Lembain, sementara sang Istri mempunyai nama Inaq Lembain. Saat itu mereka bekerja sebagai buruh tani di kawasan tempat tinggal mereka.

Setiap harinya mereka selalu datang ke desa-desa menawarkan tenaganya dalam jasa menumbuk padi. Setiap kali pergi menumbuk padi, mereka selalu membawa kedua anaknya untuk ikut serta bersama mereka.

Lalu pada sebuah hari, suatu ketika mereka menyelesaikan pekerjaan setengah hari, lalu mereka kembali berkeliling desa, Inaq Lembain mendapat tawaran menumbuk padi dari seorang warga desa.

Sebelum mulai bekerja, ia menyuruh kedua anaknya untuk duduk di atas Batu Goloq (batu ceper) yang terletak tidak jauh dari lokasinya menumbuk padi.

“Anakku, kalian duduklah di atas batu ini! Ibu mau menyelesaikan bekerja dulu,” ujar Inaq Lembain untuk kedua anak yang sedang bersama mereka.

“Baik, Bu!” jawab kedua anak tersebut sambil mengangguk-angguk.

Setelah itu, Inaq Lembain mulai dan melanjutkan pekerjaannya. Pada suatu ketika ia sedang asyik menumbuk padi, tiba-tiba kedua anaknya dikejutkan oleh suatu peristiwa aneh.

Batu Goloq yang mereka duduki tiba-tiba bergerak dan beranjak  naik perlahan-lahan sedikit demi sedikit.

Halaman: 1 2 3
Cut Nyak Dhien, Perempuan Pemberani dari Tanah Rencong

Cut Nyak Dhien, Perempuan Pemberani dari Tanah Rencong

Hadji Oemar Said Tjokroaminoto - HOS Cokroaminoto, Sang Raja Tanpa Mahkota yang Berjuang Untuk Kemerdekaan

Hadji Oemar Said Tjokroaminoto – HOS Cokroaminoto, Sang Raja Tanpa Mahkota yang Berjuang Untuk Kemerdekaan