in ,

Heboh! Ada Bayi Asal Lombok Timur Sudah di Kubur Lama, Baru Dinyatakan Positif Corona

SELONG – Berusia 5 bulan, bayi perempuan asal Desa Toya, Kecamatan Aikmel akhirnya dikonfirmasi positif covid-19. Padahal ia telah meninggal dan dimakamkan  akhir April lalu.

“Meski hasil swab terlambat, kami tetap menjalani pemakaman sesuai protap pemakaman Covid-19,” kata Kadikes Lotim dr Hasbi Santoso.

ANK menambah jumlah pasien positif sekaligus angka pasien meninggal dunia di NTB. Namun persoalannya bukan di masalah angka. Melainkan keterlambatan hasil swab. Hasbi membenarkan, ANK meninggal dunia dalam perawatan pada 28 April lalu. “Untuk keterlambatan ini, kami sudah mengokomunikasikannya secara langsung dengan provinsi,” terangnya.

Dengan dinyatakannya ANK sebagai pasien positif Covid-19, pihaknya akan melanjutkan tracing kontak pada keluarga korban. Kata Hasbi, secara epidemologi, ANK yang berasal dari Toya sudah mendapatkan perhatian khusus.

Karena Toya juga menjadi lokasi pondok klaster Jakarta yang merupakan pasien 01 dan 02 di Aik Nyambuk. “Meskipun dalam keterangannya, ANK tidak memiliki riwayat bepergian dan kontak erat dengan pasien positif,” tambahnya.

Dari informasi yang didapatkan, ANK memiliki seorang kakak yang bekerja di Mataram. Kakaknya masih sering pulang pergi dari tempat bekerja. “Kami akan mendalami lagi dan melakukan rapid test pada keluarganya,” ujar Hasbi.

Mengenali keterlambatan hasil swab, sebenarnya Lotim sudah memiliki alat. Hanya saja, pihaknya masih menunggu catridge. Kata Hasbi, catridge Covid-19 hanya 1.500 buah di Indonesia. “NTB dijatah 60 buah dari pusat,” jelasnya.

Hasbi menerangkan, begitu alat tersebut tiba pihaknya akan melakukan uji coba di RSUD Selong dan Puskesmas Keruak. “Kita sudah memiliki dua alat. Satu di RSUD Selong, satu di Puskesmas Keruak,” tandasnya.

Jubir percepatan penanganan Covid-19 Lotim Pathurrahman menerangkan, ANK menambah jumlah pasien positif di Lotim. “Sampai saat ini, tidak ada tambahan pasien positif. Begitu juga dengan PDP,” kata Pathurrahman.

Sementara, Pemkab Lombok Tengah menyebutkan penyebaran covid-19 mulai melamban. ”Ini berkat kerja keras dan kerja sama semua pihak,” kata Juru Bicara Penanganan Covid-19 Pemkab Loteng HL Herdan, kemarin (12/5).

Sudah beberapa hari terakhir ini, tidak ada yang dinyatakan positif. Di saat berbarengan, tim penanganan Covid-19 berpacu dengan waktu menyembuhkan pasien yang masih di rawat di RSUD Praya. “Termasuk yang masih diisolasi di lokasi karantina,” tambahnya.

Data terakhir pasien positif korona di Loteng sebanyak 14 orang, PDP dua orang, ODP 15 orang, OTG 68 orang dan PPTG 296 orang. “Sejak Rabu (6/5) kita menggelar razia masker hingga sekarang,” ujar Kasatpol PP Loteng HL Aknal Afandi.

Pihaknya mewajibkan setiap pengendara menggunakan masker. Tahap awal, dilakukan peneguran dan diberikan masker gratis. Tahap selanjutnya, disiapkan sanksi lebih tegas.

Lima pasar yang dibuka dijaga dan diawasi ketat. Pedagang yang tidak mengikuti protokol kesehatan tidak boleh berjualan.

Sumber: lombokpost.jawapos.com

Sungguh Pilu! Ini Kisah Anak Yatim Yang Mencuri 2 Buah Roti Dari Toko!

Siap-Siap! Pendaftaran CPNS Lulusan SMA Dibuka 1 Juni Lho!