in

Hore! Peneliti Temukan Antibodi untuk Sembuhkan Virus Corona

Hingga saat ini peneliti di berbagai penjuru dunia masih terus berusaha menemukan cara menangani pandemi Covid-19. Sudah ada beberapa hasil penelitian yang ditemukan dan menjadi titik terang penanganan wabah virus corona baru. Terbaru ada peneliti dari Belanda yang berhasil menemukan antibodi SARS-CoV-2, nama penelitian virus corona.

Indozone lansir Bloomberg, Kamis (7/5/2020), para peneliti menemukan antibodi 47D11 setelah melakukan uji coba laboratorium. Antibodi tersebut diyakini dapat membantu mencegah atau mengobati Covid-19 dan penyakit terkait di masa depan, entah itu digunakan sendiri atau dalam kombinasi obat. Antibodi berperan untuk menetralkan virus dalam kultur sel.

Dalam laporan yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications, salah seorang peneliti dari Utrecht Univeristy, Prof Berend-Jan Bosch mengatakan, perlu lebih banyak penelitian untuk melihat dampak antibodi 47D11 terhadap penanganan virus SARS-CoV-2 serta pengaturan uji klinisnya. Antibodi tersebut dikatakan menargetkan lonjakan protein virus corona baru di dalam sel tubuh manusia.

Berdasarkan percobaan di Utrecht, antibodi 47D11 tidak hanya mengalahkan virus yang menyebabkan Covid-19 tetapi juga virus yang masih dalam kelompok sejenis. Virus tersebut dapat menyebabkan sindrom pernapasan akut parah atau SARS.

Antibodi 47D11 merupakan antibodi monoklonal yaitu protein yang dibuat di laboratorium. Antibodi tersebut menyerupai versi alami yang diciptakan tubuh untuk melawan bakteri dan virus. Antibodi dikatakan sangat kuat karena menargetkan tepat satu situs virus.

“Antibodi monoklonal yang menargetkan situs rentan pada protein permukaan virus semakin diakui sebagai kelas obat yang menjanjikan terhadap penyakit menular dan telah menunjukkan kemanjuran terapi untuk sejumlah virus,” tulis Bosch dan rekannya dalam hasil penelitian.

Menurut laporan, pada awalnya peneliti menggunakan tikus yang dimodifikasi secara genetik untuk menghasilkan antibodi berbeda dengan lonjakan protein virus corona baru. Setelah proses penyaringan berikutnya, 47D11 muncul sebagai aktivitas netralisasi. Para peneliti kemudian memformat ulang antibodi itu untuk membuat versi yang bisa diterapkan ke manusia.

Antibodi monoklonal telah memicu revolusi pengobatan pada kanker. Pengobatan peradangan blockbuster juga menggunakan antibodi monoklonal. Dua terapi antibodi semacam itu menunjukkan harapan terhadap penyakit Ebola.

Sumber: indozone.id

Viral Video Polwan Nggak Sengaja Tatap-tatapan dengan Seorang Pria, Netizen Heboh

MsyaAllah! Hanya Karena Alquran Pinjaman, Si Gadis Ini Jadi Mualaf