in ,

Iwan Sumule: Pemerintah Tak Bisa Lagi Dimaklumi, Pilih Mundur atau Dimundurkan!

JAKARTA – Berbagai kebijakan pemerintah Jokowi selama masa pandemi virus Corona atau Covid-19 menimbulkan pro kontra.

Salah satu kebijakan Jokowi yang paling disorot saat ini yakni kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Kebijakan ini menadapat reaksi keras dari masyarakat. Pemerintah dituding mempermainkan Mahkamah Agung (MA) yang baru saja membatalkan kenaikan iuran BPJS.

Selain itu, pemerintah juga dituding tidak memikirkan nasib rakyat. Iuran BPJS Kesehatan dinaikkan saat masyarakat dilanda kesulitan akibat Covid-19.

Ketua Majelis Pro Demokrasi (Prodem) Iwan Sumule menyebut kebijakan pemerintah menyebut kebijakan pemerintah Jokowi sudah tidak bisa lagi dimaklumi.

“Berbagai aturan & kebijakan pemerintah dimasa pandemi sdh tak bisa lagi dimaklumi. Pajak tinggi, iuran BPJS dinaikkan, harga2 kebutuhan pokok meningkat. Disaat rakyat banyak kena PHK,” kata Iwan di akun Twitter-nya @IwanSumule, Jumat (15/5).

Iwan mengatakan, selama pandemi Corona, rakyat berhak untuk mendapatkan pangan dari pemerintah. Namun, bantuan itu justru dilabeli batuan sosial (bansos) dan bantuan presiden (banpres).

“Anehnya, pemerintah memberi hak rakyat, tp dilabeli “bansos” & “banpres”. Minta imunitas pula,” kata Iwan seraya memberikan dua pilihan, yakni mundur atau dimundurkan.

babe.topbuzz.com

VIRAL! Tangan Mayat Melambai Dari Dalam Peti Mati Saat Di Makamkan? Cek Videonya!

Download APK Advance Server FF

Turnamen FF Online Terbaru 2020, Survivors! Tunjukan Skil Bermain Free Fire Kamu