in ,

Kejamnya China, 18 jam kerja ABK RI hanya dibayar 180 ribu sebulan?

Ilustrasi Kapal Nelayan
Ilustrasi Kapal Nelayan

Kasus Anak Buah Kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di kapal milik China diperlakukan keji hingga meninggal dan mayatnya dibuang ke laut, hingga kini kasus ABK RI itu masih bergulir.

Kabar soal perlakuan kejam ABK China yang menimpa ABK RI itu awalnya beredar lewat video viral Video viral itu diposting di laman akun media sosial @fuadbakh. Berdurasi kurang dari satu menit, video tersebut merupakan potongan tayangan berita di TV Korea Selatan.

Diketahui ada 4 dari 18 ABK RI yang meninggal. Mereka bekerja di Kapal Longxing 629 milik China, dan tiga jasad di antaranya terpaksa dibuang ke laut lepas.

Ketua Serikat Pekerja Perikanan Indonesia (SPPI) Korea Selatan Ari Purboyo mengatakan ada tiga perusahaan yang bertanggung jawab atas keberangkatan ABK tersebut yakni PT Lakemba Perkasa Bahari, PT Alfira Perdana Jaya (APJ) dan PT Karunia Bahari.

Kini 14 ABK yang masih bertahan pun akhirnya mendapatkan pertolongan oleh otoritas setempat dan kini tinggal di sebuah hotel di Busan, Korea Selatan.

Yannie Kim, salah seorang WNI yang tinggal di Kore berusaha menterjemahkan isi dari berita yang beredar di Korea Selatan itu. Dari berita yang dibacakan, terkuak kekejaman ABK China menyiksa ABK asal Indonesia. Berikut ini daftar kekejamannya.

1.Kekerasan selama bekerja

ABK asal Indonesia diketahui mendapatkan perlakuan kekerasan selama bekerja. Selain fisik, ABK asal Indonesia juga kerap dilecehkan dan mendapat perlakuan buruk dari ABK asal China.

2.Hanya boleh minum air laut

Ari Purboyo yang diwawancarai TV Korea mengatakan ada diskriminasi antara ABK Indonesia dan China. Ari menyebut ada kekerasan yang dialami, dan salah satunya soal makan dan minum yang dikonsumsi setiap hari.

“Saya duga itu air laut yang disulingkan, hingga memicu jasad tubuhnya membengkak. Perlakuan antara ABK RI dan ABK China berbeda,” ujarnya.

Hal itu dibenarkan salah satu ABK yang selamat. Seluruh ABK asal Indonesia disebut hanya minum air laut untuk diminum sehari-hari sedangkan ABK asal China justru diberikan air bersih.

3.Mengalami gejala sesak napas

Disebutkan pula bahwa seluruh ABK asal Indonesia yang meninggal, semuanya mengalami nyeri dada dan sesak napas yang sama.

Salah satu ABK asal Indonesia yang telah meninggal bernama Sepri, meninggal tahun lalu tepatnya di tanggal 21 des 2019. 40 hari sebelum kematiannya, ia mengeluh sempat sesak napas.

Sepri sempat meminta ke dokter, namun permintaan tak digubris hingga meninggal. Lalu ABK lain yaitu Alfatah dan Ari juga mengalami gejala yang sama yaitu nyeri dada dan sesak napas.

Bahkan salah satu ABK yang selamat setelah berlabuh ke Pusan Korea, juga mengeluhkan gejala sama dan akhirnya meninggal dunia.

Halaman: 1 2 3

Cowok Jaman Sekarang Kalau Pacaran Bukan Ngeliat Dari Hatinya, Tapi Liat Dari Dadanya

Lubang Hitam Paling Dekat dengan Bumi Ditemukan!