in

Mengenal 9 Tokoh Islam berkharismatik Masa Penjajahan di Pulau Lombok?

Mengenal 9 Tokoh Islam berkharismatik Masa Penjajahan di Pulau Lombok?
Mengenal 9 Tokoh Islam berkharismatik Masa Penjajahan di Pulau Lombok?

Aktifitas bernuansa Islam sangat kental terlihat di Lombok, tempat-tempat ibadah terlihat sangat banyak di Pulau Lombok hingga mendapat gelar ‘Pulau Seribu Masjid’.

Hal ini menggambarkan bahwa masyarakat Lombok yang dihuni oleh mayoritas suku Sasak ini benar-benar melaksanakan dan menjalankan ajaran Islam.

Terlebih lagi jika sedang dalam perayaan hari besar Islam, sangat terlihat sekali jika mereka sangat menghargai dan mengapresiasi sebagai sebuah kebanggaan beragama Islam.

Tak seperti yang terlihat saat ini, ternyata Islam di Pulau Lombok mulai masuk dan menyebar juga menhadapi bermacam-macam tantangan. Hambatan tersebut dari penolakan hingga perlawanan dalam perang.

…hingga saat ini…

Islam dari waktu ke waktu terus berkembang dan mengikuti perkembangan zaman, di Pulau Lombok sendiri terdapat 9 tokoh yang dikenal sangat kharismatik dimasa penjajahan,

siapa mereka? Simak Ulasan berikut ini:

1.  Tuan Guru Haji Umar (Kelayu)

TGH atau Tuan Guru Umar terlahir sekitar tahun 1200 Hijiriah. Orang tuanya bernama Kyai Ratna yang terkenal karena sangat pemurah terhadap fakir miskin dan para musafir.

Neneknya bernama Kyai Nurul Huda yang meninggal sewaktu shalat subuh dalam keadaan sujud. T.G.H. Umar sangat tekun memberikan bimbingan pengajian dari satu rumah ke rumah yang lain.
Ketekunan beliau memberikan pencerahan kepada masyarakat Sasak yang ada di Pulau Lombok ini dapat diterima dengan baik karena adab dan etika baik beliau.

Beliau juga rajin mengaji kepada orang alim, cerdas dan shaleh. T.G.H. Umar Kelayu belajar ilmu-ilmu agama di pulau Lombok dan di tanah suci Mekah.

…Alim Ulama tapi tetap terus memperdalam ilmu Islamnya…

Secara garis besarnya dapat dijelaskan sebagai berikut: pada awal mulanya beliau belajar membaca al Qur’an di Tanjung, kemudian ke Sekarbela pada T.G.H. Mustafa dan Haji Amin di Sesela. Pada usia 14 tahun T.G.H. Umar diperintahkan ke Mekah untuk naik Haji oleh ayahnya dan berangkat dari Labuhan Haji.

Di Mekah beliau berguru tentang hadits pada Syekh Mustafa Afifi, Syekh Abdul Karim, dan Syekh Zaenuddin Sumbawa sedangkan pelajaran sufi diperoleh pada seorang ulama di Madinah. Setelah 15 tahun ia kembali ke kampung halamannya untuk memberikan berbagai ilmu yang telah diperolehnya dari Mekah.

Murid -murid T.G.H. Umar yang termasuk ulama besar banyak berasal dari luar Lombok antara lain: Haji Abdul Fatta dari Pontianak, Haji Dana dari Palembang, Haji Nawawi dari Lampung dan Haji Abdurrahman dari Kedah Malaysia.

Sedangkan yang berasal dari Lombok antara lain: Hall Rais dari sekarbela, Haji Mohammad Saleh dari Bengkel, Haji Abdul Hamid dari Pejeruk Ampenan, Haji As’ari dari Sekarbela, Haji Abdul Karim dari Praya, Haji Malin dari Pagutan, Haji Syarafuddin dari Pancor dan Haji Badarul Islam dari Pancor.

Selain T.G.H. Umar masih terdapat ulama-ulama terkemuka lainnya dan menjadi sahabatnya antara lain: T.G.H. Sidik dari Karang Kelok, T.G.H. Ibrahim dari Tanjung Luar dan T.G.H. Muhammad dari Mertok. T.G.H. Umar kembali berangkat haji pada tanggal 8 Rabiul Akhir 1349 H. Beliau meninggal dunia di kampung Nispalul dan dimakainkan di Mu’alla Mekah.

2.  T.G. Muhammad Saleh (Lopan)

Awal abad ke XX M dikenal sebagai era kebangkitan Islam. Seorang ulama Islam yang tidak kurang jasanya dalam pembinaan dan pengembangan Islam di Gumi Sasak adalah T.G. Muhammad Saleh alias T.G. Lopan.

Halaman: 1 2 3
Menelusuri Siapa Sunan Prapen Sebenarnya

Menelusuri Siapa Sunan Prapen Sebenarnya?

Sejarah Kerajaan Selaparang: Sebuah Kerajaan yang Pernah Menguasai Pulau Lombok

Sejarah Kerajaan Selaparang: Sebuah Kerajaan yang Pernah Menguasai Pulau Lombok