in ,

Pandemi Virus Corona Belum Usai Amerika Serikat Diteror Tawon Pembunuh

Ilustrasi di serang lebah
Ilustrasi di serang lebah

Wabah virus corona masih melanda sebagian negara di dunia termasuk Amerika Serikat masih menghadapi keberadaan virus tersebut.

Saat Amerika Serikat masih menghadapi wabah covid-19 dengan berbagai macam upaya dalam penanganannya kini AS harus menghadapi hal baru dengan adanya ancaman lebah raksasa atau tawon.

Keberadaan lebah membuat panik masyarakat sekitar karena dikhawatirkan terjadi penyerangan pada masyarakat.

Melihat penomena tersebut keberadaan tawon raksasa yang saat ini menyerang AS belum pernah diketahui/ terlihat sebelumnya di Amerika Serikat sampai Desember 2019 lalu.

Departemen Pertanian Negara Bagian Washington (WSDA) menverifikasi empat penampakan dari tawon di daerah dekat Blaine dan Bellingham, Washington, Amerika Serikat, seperti yang dikabarkan The New York Times.

Dikutip mantrasukabumi.com dari Pikiran Rakyat.com Tawon Asia merupakan spesies lebah terbesar di dunia. Mereka menyerang dan menghancurkan sarang lebah madu.

Dimana para tawon ini bukan hanya sekedar mengambil sarang tetapi juga membunuh para lebah madu.

Jika Tawon terus menyebar ke seluruh negara bagian, para pejabat khawatir mereka bisa berdampak buruk bagi popualasi lebah di Washngton dan AS.

Karena banyak tanaman yang bergantung pada lebah untuk penyerbukan dan akan sangat memberikan pengaruh yang buruk bagi pertanian.

Washington State University (WSU), mengatakan para pejabat belum mengetahui bagaimana serangga tersebut dapat masuk ke AS.

Namun, mereka tengah bersiap siap jika tawon kembali muncul, karena serangga ini aktif pada bulan April lalu.

Tawon merupakan serangga yang paling merusak pada akhir musim panas dan awal musim gugur.

“Pada saat ini, Departemen Pertanian Negara Bagian Washington telah menerapkan kampanye penjangkauan dan penjebak yang agresif,” ujar koordinato WSDA, Rian Wojahn, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman Time.

Lebih lanjut, Rian Wojahn mengungkapkan bahwa peternal lebh lokal dan agen lainnya membantu menyebarkan informasi dan menggunakan protokol perangkap.

Wojahn mengatakan bahwa untuk sementara tidak diketahui seberapa besar kerusakan yang dapat dilakukan oleh tawon terhadap industri lebah madu AS.

Tawon ini merupakan jenis yang sama invasifnya di Eropa yang akhirnya mengurangi sarang lebih sebesar 30 persen dan menghasilkan madu hingga dua pertiga dari biasanya.

“WSDA akan menerapkan kampanye pemberantasan agresif musim panas ini,” lanjutnya.

Halaman: 1 2

VIRAL! NASA akan Tabrakan Pesawat Luar Angkasa dengan Asteroid, Demi Selamatkan Bumi dari Bahaya

Cuma Pakai Celana Dalam, Pemulung Ditemukan Tewas di Kolong Musala