in

Perang Total Kerajaan Mataram dibawah Pimpinan Sultan Agung Hanyokrokusumo

Perang Total Kerajaan Mataram dibawah Pimpinan Sultan Agung Hanyokrokusumo
Perang Total Kerajaan Mataram dibawah Pimpinan Sultan Agung Hanyokrokusumo

Daerah Mataram  semula merupakan bagian dari wilayah kerajaan Pajang. Bupati Mataram pertama adalah Ki Gede Pemanahan.

Pada tahun 1575 , Ki Gede diganti oleh puteranya yaitu Danang Sutawijaya.

Sultan Pajang wafat ( Sultan Hadiwijaya ) sekitar tahun 1582, Mataram  menyatakan memisahkan diri dari Pajang.

Sutawijaya didampingi penasehatnya Ki Jurumertani, mengukuhkan diri sebagai raja Mataram pertama bergelar Panembahan Senopati.

Mataram kemudian diperintah oleh putra Panembahan Senopati yang bernama Mas Jolang ( 1601 – 1613 ).

Mas Jolang gugur dalam suatu pertempuran sengit di Krapyak, sehingga mendapat sebutan Panembahan Seda Krapyak.

Sebagai penggatinya yang sah adalah putranya yang bernama Raden Mas Rangsang  yang untuk selanjutnya dikenal dengan nama Sultan Agung Hanyokrokusumo.

Sultan Agung di samping cakap sebagai raja juga fasih dalam hal seni budaya, ekonomi, sosial dan perpolitikkan.

Kerajaan-kerajaan Islam di Jawa yang berhasil disatukan antara lain Gresik ( 1613 ), Tuban ( 1616 ), Madura ( 1624 ), dan Surabaya ( 1625 ).

Latar belakang kejengkelan Sultan Agung  (Mataram ) bersitegang dengan kompeni Belanda antara lain  :

# Kompeni  Belanda memonopoli perdagangan.
# Kompeni Belanda mengingkari Perjanjian 1614.
# Kompeni Belanda berkali-kali merampok kapal dagang Mataram.
# Kompeni Belanda suka menghina orang Islam dan memperkosa para wanita.

Pada tahun 1614 sebenarnya VOC telah melakukan kontak dengan Mataram ( Sultan Agung ) yang melahirkan Perjanjian 1614, berisi:

Sultan memperkenankan Kompeni Belanda mendirikan kantor dagang ( loji ) di Jepara.
Belanda siap memberikan apa saja yang diminta Sultan Agung.

Sultan Agung menyadari bahwa Kompeni Belanda tidak dapat dipercaya, ingin mencari enaknya sendiri dan sewenang-wenang.

Karena kekesalan itulah Sultan Agung memerintahkan Adipati Jepara untuk menghancurkan loji Belanda di Jepara.

Serangan yang dilakukan pada tanggal 8 Agustus 1618 inilah sejumlah kompeni Belanda dan pemimpinnya, Cornelis van Masyck dan Balthasar van Eyndhovendinyatakan tewas.

Selanjutnya, pada tanggal 22 Agustus 1628 pasukan Mataram tidak tanggung-tanggung menyerang Batavia, jantung kekuatan VOC.

Halaman: 1 2
Perlawanan Panglima Fatahillah dan Ikhtiar Menyebarkan Agama Islam

Perlawanan Panglima Fatahillah dan Ikhtiar Menyebarkan Agama Islam

Manusia Purba di Sangiran

Mengenal Manusia Purba di Sangiran, Perbatasan Kabupaten Sragen dan Karanganyar