in

Pria Mengaku Tuhan: Anak Punk Masuk Surga, Presiden Masuk Negara

Media sosial ramai oleh rekaman video seorang pria yang mengaku Tuhan. Ia mengatakan seluruh anak punk akan masuk surga, sedangkan presiden dan pejabat negara lainnya masuk neraka.

Dalam video di akun Instagram @Kendariinfo, Rabu (27/5/2020), menayangkan seorang pria berpeci hitam yang mengaku dirinya adalah Allah swt.

Baca Juga: Viral Video Ayah Serahkan 2 Anaknya, Tak Mampu Beli Susu Saat Wabah Corona

“Kalian semua masuk surga, saya Allah subhanahu wa taala, tuhannya manusia rajanya manusia, namaku Laode Edi Candra Putra Madampi,” kata pria bertindik di telinga itu.

Dia lalu mengarahkan kamera memperlihatkan teman-temannya yang tengah berbincang di hadapannya.

Baca Juga: Soal 500 TKA China, Jubir Luhut: Mereka Cepat, Ekonomis, Terstandar

Dia melanjutkan berbicara. “Kita semua masuk surga. Anak punk semua masuk surga. Tentara, presiden, neraka. Bupati neraka, camat neraka, gubernur neraka.”

Usai video itu beredar, pihak kepolisian sempat mengamankan pria itu.

Ibu kandung pria bernama Laode itu pun meminta maaf atas ulah anaknya. “Saya Ibu Khadijah, orang tua dari Laode yang videonya viral di media sosial terkait pengakuan sebagai Tuhan serta mengatkan presiden tentara, gubernur, dan camat masuk neraka.

Baca Juga: Pemerintah Berencana Terapkan New Normal, Fadli Zon: Rakyat Bukan Kelinci Percobaan

Sekarang ingin menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pihak dan warga Kendari karena anak saya dalam keadaan sakit,” kata perempuan dikutip Suara.com, Kamis (28/5/2020).

Ibunda Laode itu pun juga mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah membantu menyelesaikan permasalahan tersebut.

Baca Juga: Mewah, Segini Daftar Harta Berjalan Penceramah Habib Bahar Bin Smith

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Polres Kendari yang telah membantu saya menyelesaikan masalah ini sehingga semuanya tak melebar, terima kasih,” katanya.

Sumber: rakyatku.com

SBY Kritik Jokowi: Dulu Saya Memimpin Kurang Apa?

Catat! Ini Kreteria ‘New Normal’ dari WHO, Apakah Indonesia Sudah Memenuhi?