in ,

Profil Maria Pauline Lumowa dan Fakta Menarik Kasus Pembobolan Bank BNI 1.7 Trilliun Rupiah

Profil Maria Pauline Lumowa
Profil Maria Pauline Lumowa

Hit.politik.us, Profil Maria Pauline Lumowa – Menjadi trending 1 di pencarian Google, Sosok Maria Pauline Lumowa membuat banyak orang penasaran. Siapa sebenarnya Maria Pauline Lumowa ini?

Hampir semua media online memuat berita tentang kasus Maria Pauline Lumowa ini. Memang, Maria Pauline Lumowa menjadi buronan sekitar 17 tahun. Diketahui keberadaannya di Serbia dan pemerintah Indonesia melanjut misi penangkapan Maria Pauline Lumowa ini hingga akhirnya berhasil. Berikut ini Profil lengkap Maria Pauline Lumowa dan Kronologi Kasus Pembobolan Bank BNI 1.7 Trilliun Rupiah

Siapa Maria Pauline Lumowa?

Profil Maria Pauline Lumowa
Profil Maria Pauline Lumowa

Informasi yang didapat dari siaran pers Kemenkumham, Maria Pauline Lumowa adalah salah satu tersangka pelaku pembobolan kas Bank BNI Cabang Kebayoran Baru senilai Rp 1,7 triliun lewat letter of credit (L/C) fiktif. Kasusnya berawal pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003

Maria Pauline Lumowa memanfaatkan kucuran pinjaman senilai senilai 136 juta dollar AS dan 56 juta euro atau sama dengan Rp 1,7 triliun. Aksi ini dilakukan melalui PT Gramarindo Group, yang tak lain adalah miliknya sendiri. Selain Pauline Lumowa, PT Gramarindo Group juga dimiliki oleh Adrian Waworuntu.

Biodata Maria Pauline Lumowa

Profil Maria Pauline Lumowa
Profil Maria Pauline Lumowa

Informasi yang beredar sebelumnya diketahui bahwa Maria Pauline Lumowa lari dari Indonesia menuju ke Singapura pada tahun 2003, kemudian berkembang lagi informasi bahwa setela itu ia tinggal di Belanda.

Maria Pauline Lumowa lahir di Paleloan, Sulawesi Utara 27 Juli 1958, kini ia sudah berusia 62 tahun. Namanya kembali mencuat dalam kasus pembobolan BNI melalui PT Gramarindo Mega Indonesia. Diketahui bahwa PT Gramarindo Mega Indonesia ini adalah miliknya dan Adrian Waworuntu.

Kronologi Kasus Maria Pauline Lumowa

Profil Maria Pauline Lumowa
Profil Maria Pauline Lumowa

Saat ini, kasus Maria Pauline Lumowa kembali menjadi sorotan setelah menghilang sekitar 17 tahun. Pemerintah Indonesia menangkapnya di Serbia berkat kerjasama kedua negara ini.

Diawal kasus pembobolan BNI ini, tersangka Maria Pauline Lumowa melalui PT Gramarindo Mega Indonesia melakukan pembobolan bank BNI dengan menggunakan Letter of Credit L/C fiktif.

Kasusu ini berawal sekitar bulan oktober 2002 hingga Juli 2003. Kala itu, PT Gramarindo Group, mendapatkan suntikan pinjaman dana segar dari BNI sebesar 1,7 triliun rupiah. Dana pinjaman tersebut tersebut didapatkan melalui Letter of Credit L/O fiktif.

Dalam melakukan aksi ini PT Gramarindo Group mendapat bantuan dari ‘orang dalam’ karena BNI tetap menyetujui jaminan L/C dari Dubai Bank Kenya Ltd., Rosbank Switzerland, Middle East Bank Kenya Ltd., dan The Wall Street Banking Corp yang bukan merupakan bank korespondensi Bank BNI. Hal ini kemudian menjadi sesuatu yang aneh dan ganjal.

Profil Maria Pauline Lumowa
Profil Maria Pauline Lumowa

Selanjutnya, sekitar bulan juni 2003 pihak BNI mulai melakukan penelusuran atas sebuah kecurigaan terhadap perusahaan ini. Hasil dari penyelidikan tersebut diungkapkan bahwa PT Gramarindo Group tidak pernah melakukan ekspor

Kemudian, pihak BNI menindaklanjuti hasil dari penelusuran mereka. Dugaan L/C fiktif ini kemudian mereka lanjutkan dengan sebuah lapor ke Mabes Polri.

Maria Pauline Lumowa kemudian cepat bertindak dengan melarikan diri ke Singapura sebelum pihak yang berwajib menetapkannya sebagai tersangka. Pelarian ini dilakukan sekitar tahun 2003.

Dan sejak itulah Maria Pauline Lumowa menjadi buronan Pemerintah Indonesia.

Maria Pauline Lumowa Ditangkap di Serbia

Profil Maria Pauline Lumowa
Profil Maria Pauline Lumowa

Pemerintah Indonesia terus mencari keberadaanya meski sudah berlalu sangat lama kasus ini sekitar 17 tahun lamanya. Maria Pauline Lumowa masuk dalam daftar pencarian orang alias buronan aparat penegak hukum Indonesia.

Ada informasi yang menyebutkan bahwa Maria Pauline Lumowa masih sering bolak-balik Singapura-Belanda. Bahkan, waktu itu Pemerintah Indonesia sempat dua kali melakukan negosiasi dan mengajukan proses ekstradisi ke Pemerintah Kerajaan Belanda, yakni pada 2010 dan 2014.

Hal ini dikarenakan Maria Pauline Lumowa sudah menjadi warga negara Belanda sejak 1979. Dalam perjalanan dan proses ekstradisi ini ditolak oleh Pemerintah Kerajaan Belanda bahkan mereka meminta untuk melakukan proses persidangan di Belanda.

Halaman: 1 2
Profil dan Biografi Naya Rivera

Profil dan Biografi Naya Rivera, Lengkap dengan Biodata dan Perjalanan Karier di Dunia Hiburan

Mau Tahu Cara Pria di Ngawi Pindahkan Rumah dalam Semalam, Ini Caranya