in

Sedih dan terpukul, Saat Luhut Dianggap Orang Asing oleh Putrinya

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan selalu menjadi perhatian mulai dari komentarnya atas kebijakan pemerintah dan tanggapan atas kritikan dari publik.

Pernah kah kalian tahu, Luhut dianggap orang asing oleh putrinya lho.

Luhut merupakan pejabat berlatar belakang TNI. Dalam kariernya, Luhut telah menghabiskan waktunya lebih dari 30 tahun sebagai prajurit TNI di Kopassus.

Suka duka dia jalani sebagai prajurit, di antaranya kerap meninggalkan anak istri dan terjun berperang.

Setelah menjadi purnawirawan, Luhut mengungkapkan mendapat refleksi, banyak perspektif hidup berubah. Apa saja refleksi dan perspektif hidup Luhut setelah pensiun?

Anak asing dengan Luhut

Salah satu perspektif yang ia rasakan setelah pensiun yaitu utang kepada anak istri yang selama puluhan tahun ia ditinggalkan, terutama saat Luhut terjun ke operasi daerah lain.

Saking seringnya meninggalkan istri dan anak kala masih aktif di tentara, sampai Luhut menjadi orang asing bagi putrinya.

Anaknya sampai takut melihat Luhut. Luhut pun jelas merasa sedih.

“Ada satu momen yang saya ingat sampai saat ini, yaitu waktu anak saya Uli waktu itu berumur 3 tahun, dia menangis ketika melihat saya pulang ke rumah.

Sayangnya dia bukan menangis karena lama menahan rindu ke ayahnya tapi dia takut ada orang asing muncul di kamarnya. Dia tak mengenali saya. Sebagai seorang ayah, hal ini membuat saya terpukul,” tulis Luhut di postingan akun Instagram-nya dikutip Jumat 5 Mei 2020.

Gara-gara momen itu, Luhut berjanji pada diri sendiri, tiap berangkat tugas negara, dia harus memastikan dirinya dan prajuritnya bisa pulang dengan selamat.

Semua misi harus diselesaikan dengan sebaik-baiknya, prajurit pulang untuk menebus utang dengan keluarga masing-masing. Pernahkah kalian tahu, Luhut pernah dianggap orang asing oleh putrinya

Suka dengan kritik

Pensiun dan berkali-kali menjabat jabatan publik, Luhut mengaku terus memegang Sapta Marga yang ia dapatkan di TNI.

Nilai-nilai Sapta Marga pun, tulis Luhut, yang membuatnya membuka ruang untuk kritik dari publik.

Luhut mengaku terbiasa untuk tak mudah memasukkan semua kritik ke dalam hati karena Luhut senang mendapat masukan dan kritik yang membangun dari siapa saja.

“Saya selalu mempersilakan siapa pun yang ingin menyampaikan kritik untuk datang dan duduk bersama mencari solusi permasalahan bangsa. Bukan dengan melempar ucapan yang menimbulkan kegaduhan tanpa fokus pada inti permasalahan,” tulis Luhut.

Luhut mengaku tidak pernah berkeinginan membungkam kritik, sebab menurutnya kritik adalah motivasi terbesar pejabat negara dalam merumuskan kebijakan yang baik untuk rakyat.

Halaman: 1 2

Debat di Twitter, Israel tegaskan asal usul Yesus bukan dari Palestina

Luhut: Pemerintah Cari Format Tepat Rekonsiliasi dengan PKI