in ,

Tolak Luhut Disebut Pengkhianat, Demokrat: Dia Sedang Majukan Ekonomi!

Langkah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang bakal tetap mendatangkan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China di Konawe didukung Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.

Baca Juga: Soal 500 TKA China, Jubir Luhut: Mereka Cepat, Ekonomis, Terstandar

Dia menolak anggapan upaya Luhut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap negara. Bahkan menurutnya hal itu adalah sebuah upaya memajukan ekonomi bangsa.

“Penghianat adlh org yg tdk setia kpd Negara. Penghianatan thdp negara adalah kejahatan serius. Yg dilakukan LBP adlh memajukan ekonomi bangsa demi kesejahteraan rakyat, lapangan kerja utk rakyat.

Baca Juga: ‘Desak Jokowi Mudur’ Dalam Surat Terbukanya, Ruslan Buton Akhirnya Di Jemput Polisi?

Itu bkn penghianatan dan bukan kejahatan. Maju terus.!” Kicaunya 25 Mei 2020.

Sontak kicauan Ferdinand ini memancing reaksi warganet, bahkan tidak sedikit yang menghujatnya.

Akun @AntiPengPeng menyebut: “Rakyat yang mana Lae? Yg punya akses ke LBP? Coba kau tanya dulu ke sodara2 kita yg jadi sopir angkot, kenek, tempel ban, kebon sawit, inang2 tukar uang di pasar. Bener gak mereka tambah sejahtera? Ekonomi ala Jokowi aka LBP nyungsep, mereka pasti nyungsep”

Baca Juga: Pemerintah Berencana Terapkan New Normal, Fadli Zon: Rakyat Bukan Kelinci Percobaan

“Luhut aja gak perduli disebut pengkhianat, koq loe yg seperti Cina kebakaran janggut. Pengkhianat yg baik spt Luhut memang pantas diacungi jempol sbb tdk perduli dg umpatan masyarakat. Loe Sekolah dimana fer, gak mampu bedakan org yg bangga atau marah disebut pengkhianat” ujar akun @War16Dharma.

Baca Juga: Mewah, Segini Daftar Harta Berjalan Penceramah Habib Bahar Bin Smith

“Ente kagak paham dgn ajaran pak @SBYudhoyono ya bro @PDemokrat, mending anda keluar aja dr partai org baik2 ini, Krn itu lebih baik bagi semuanya, paham om cebong….” Kicau akun @ayahdiar

Sumber: Justice-law.co

Soal 500 TKA China, Jubir Luhut: Mereka Cepat, Ekonomis, Terstandar

Pemerintah Berencana Terapkan New Normal, Fadli Zon: Rakyat Bukan Kelinci Percobaan