in ,

Wacana Pemilu Diundur 2027, Politisi Senior : Demi Kekuasaan Semua Ditabrak, Nantang Rakyat?

KPU mengungkapkan adanya wacana pengunduran Pemilu Serentak 2024, digelar di 2027. Wacana pengunduran ini mulai digarap perencanaannya secara matang.

Rencana itu masih digodok Pemerintah dan DPR dalam proses revisi UU Pilkada dan UU Pemilu. (Baca juga: Dana Diklat Rp 33 Miliar Untuk 4 Orang, Kemenag: Salah Ketik!)

Hal itu diungkapkan Komisioner KPU Ilham Saputra dalam Seminar Nasional “Mewujudkan Kualitas Pilkada Serentak Tahun 2020 di Era New Normal” (23/06).

Politisi Demokrat Cipta Panca Laksana geram dengan pernyataan Ilham Saputra tersebut. (Baca juga: Begini Kronologi Polisi Di Keroyok WNA Di Apartemen Cengkareng)

Menurut Panca, pemilu serentak diatur dalam UUD pasal 22E, di mana jika mau diundur, UUD harus diamandemen.“Geblek Komisioner @KPU_ID ini. Konstitusi mau dilawan. Pemilu serentak ada dalam UUD Pasal 22E.

Pemilu diadakan setiap 5 tahun sekali. Kok bisa interprestasi UUD sesukanya? Kalau mau diundur ya amandemen dulu UUD-nya,” tegas Panca di akun Twitter @panca66. (Baca Juga: Marah Kinerja Menteri Tidak Ada Progress, Jokowi: Apa-Apaan Ini?)

Terkait hal itu, Panca menyorot Komisioner KPU yang berlatar belakang dari LSM dan Ormas.

“Makanya saya ngak setuju Komisioner KPU kayak sekarang dari LSM dan ormas. Kembalikan komisoner KPU ke partai-partai yang lolos ke parlemen,” tambah @panca66.

Senada dengan Panca, politisi senior Demokrat Soeyoto menegaskan, jika Pemilu Serentak diundur pada 2027 sama saja dengan menantang rakyat. (Baca juga: Berikut Video Jokowi Marah Ke Menteri Hingga Hingga Ancam Reshuffle Kabinet!)

“Enak saja kalian. Demi kekuasaan mau nabrak semuanya. Nantang Rakyat???,” tulis Soeyoto di akun @soeyoto1.

Halaman: 1 2
Putroe Neng

Kisah Putroe Neng, Punya 100 Suami dan 99 Orang nya Tewas Pada Malam Pertamanya

Jokowi: Mengelola Manajemen Krisis, Rem Dan Gas Harus Seimbang