Kategori: Sejarah

Waduk Nipah 1993: Tragedi Sejarah Bersimpah Darah di Sampang, Madura

Kalangan Polisi dan Tentara disiapkan dengan posisi bersenjata lengkap melakukan pengawalan terhadap petugas pengukuran tanah. Disaat itu juga terdapat segerombolan warga yang sedang melakukan unjuk rasa protes sebagai aksi penolakan terhadap pengukuran tanah tersebut.

Maysarakat menuntut agar petugas yang melakukan pengukuran tanah agar dapat dihentikan karena mereka menganggap keputusan belum deal dan sesuai dengan keinginan merekan.

Respon apa yang mereka dapatkan?

Bukan jawaban atas perkara namun hujan peluru yang aparat berikan dalam merespon aksi unjuk rasa kepada petugas tersebut.

Jerit tangis menggaum, darah mulai bertebaran di tanah bumi pertiwi, warga yang menuntut keadilan dibalas dengan luka-luka akibat hujanan peluru tersebut. Parahnya, empat orang meregang nyawa dalam aksi tersebut.

Perlawanan masyarakat yang dihujani peluru tajam berlari entah kemana untuk menghidari peluru-peluru senjata aparat.

Simak Juga

Respon Masyarakat setelah Tragedi?

Aksi aparat menyebar luas, para kyai, masyarakat umum, serta kalangan Mahasiswa mulai memberikan aksi protes terhadap tragedi berdarah tersebut. Simbol perlawanan terhadapa rezim orde baru mulai terbangun.

Para intelektual muda mulai melakukan advokasi serta turun ke jalan menuntut pertangungjawaban atas tragedi yang merenggut nyawa masyarakat sampang tersebut.

Bagi mereka, kasus Nipah ialah salah satu dari deret panjang daftar kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh negara terhadap rakyatnya. Deretan lainnya, ada kasus Kedung Ombo, Jatiwangi, Blangguan, Rancamaya, Badega, Cimacan, hingga kasus pembunuhan aktivis buruh bernama Marsinah.

Berawal dari kasus Nipah itu pula, terjadi pada 14 Desember 1993, sekitar 200 mahasiswa se-Jawa Bali yang tergabung dalam FAMI (Front Aksi Mahasiswa Indonesia) berdemonstrasi di gedung DPR/MPR RI.

Dari tragedi Waduk Nipah hingga Marsinah

Demontrasi FAMI atau Front Aksi Mahasiswa Indonesia sangat terbilang cukup berani menghadapi rezim tersebut.

Halaman: 1 2 3